Home   |   Guestbook

About

April 26th, 2010

BALAI PERTEMUAN BUMI SANGKURIANG

Sebuah perkumpulan telah berdiri sejak tahun 1879 dengan nama “Societeit Concordia” dengan tujuan “de bevordering van gezellig verkeer”. Kemudian, setelah kemerdekaan Republik Indonesia, sejak 25 Februari 1958, diseling dengan perubahan nama menjadi Country Club Concordia, akhirnya berubah menjadi “Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang” (BPBS) dengan maksud dan tujuan yang tertulis dalam Anggaran Dasar-nya : “Mempererat dan memperluas pergaulan antara para anggota khususnya dan dengan masyarakat luas pada umumnya. Membina dan memajukan berbagai kesenian khususnya dan kebudayaan pada umumnya. Membina serta memajukan berbagai olahraga dan memberi kesempatan untuk berekreasi”

Dalam perjalanan hidupnya mengikuti zaman, perkembangan kemasyarakatan dan lingkungannya, B.P. Bumi Sangkuriang tetap merupakan perkumpulan yang terpandang dan patut tercatat dalam sejarah kemasyarakatan kota Bandung khususnya, maupun Jawa Barat pada umumnya. Perkumpulan ini, merupaan wadah untuk berperan serta dalam pembinaan dan perkembangan masyarakat, kesenian dan kebudayaan, serta olahraga dan juga menjadi persinggahan bagi tamu maupun wisatawan mancanegara.

Keunikan pertama B.P. Bumi Sangkuriang adalah bentuk organisasinya. Societeit Concordia telah diakui sebagai suatu perkumpulan berbadan hukum (rechtpersoon), dengan keputusan “Gouvernementsbesluit” No.3 tertanggal 29 Juni 1879. Kemudian sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku, telah mengalami perubahan tujuh kali, terakhir mendapat kekuatan hukum menurut SK Menteri Kehakiman , tertanggal 21 Pebruari 1974 No. Y.A. 5/48/10 (Tambahan Berita Negara R.I. tanggal 10 Mei 1974 No. 38, Iklan No. 6/1974).

Berdasarkan AD/ART Perkumpulan BP Bumi Sangkuriang kepemilikannya ada ditangan rakyat atau disini maksudnya anggota; juga kekuasaan tertinggi ada ditangan rakyat atau anggota yang secara demokratis dan terbuka, memberikan suaranya melalui Rapat Tahunan Anggota atau RTA, dimana anggota mempunyai hak dan kewenangan memilih dan menentukan kepengurusan dan jalannya kepengurusan. Secara periodik melalui RTA setiap tahun anggota berwenang dan berhak mengesahkan dan meminta pertanggung-jawaban Badan Pengurus BPBS mengenai realisasi dari kebijakan yang telah diputuskan pada RTA sebelumnya. .RTA juga berhak menentukan anggaran belanja perkumpulan pada setiap tahun berjalan; selain itu berhak dan mempunyai kewenangan memeriksa/verifikasi pemakaian keuangan, sarana dan prasarana yang ada, serta kekayaan B.P. Bumi Sangkuriang.

Di Indonesia mungkin, bentuk organisasi semacam ini hanya ada di B.P. Bumi Sangkuriang. Bisa dikatakan bentuk organisasi BPBS adalah miniatur sebuah Negara, pemerintahan dan bangsa. Diharapkan BPBS kelak dapat memberi contoh wadah dimana interaksi antara suku dan bangsa yang beragam dengan berbagai latar belakang dapat berjalan dengan baik.

Keunikan kedua adalah pada gedung tempat anggota BPBS berteduh. Perkumpulan ini, sebelumnya menempati “Gedung Concordia “ yang setelah berlangsungnya Konferensi Asia Afrika pada tanggal 18 sampai 25 April 1955, sesuai dengan sejarahnya, dinamai Gedung Merdeka atau Gedung Asia Afrika. Kemudian ditukar guling (ruislag) oleh Pemerintah dengan sebidang tanah bekas kebun karet di daerah sejuk di utara Kota Bandung. Selanjutnya, Pengurus Societeit Concordia mendirikan sebuah bangunan di atas tanah tersebut, dengan gaya arsitektur yang langka dan unik karya Ir. Gmeilig Meyling dan dibangun oleh NV de Concurent Bandung, yang langsung digunakan sejak akhir tahun 1957.

Akhirnya, keunikan ketiga adalah ketangguhan Perkumpulan ini sehingga dapat bertahan hidup tidak banyak perkumpulan apalagi milik perorangan yang dapat bertahan hidup melebihi masa seratus lima tahun; menjadi saksi hidup dan saksi sejarah, melewati pasang-surut zaman-zaman kolonial, penjajahan, pergolakan dan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia sampai ke masa kemerdekaan dan pembangunan bangsa, sehingga sekarang menjadi bagian hidup kita.

Balai Pertemuan ini menempati lahan seluas 2,6 hektar di daerah berudara sejuk di Jl. Kiputih No. 12, di sebelah utara Kota Bandung. Sekarang ini anggotanya mencapai 1653 orang dengan latar belakang etnis dan profesi yang sangat beragam. Para anggota dan masyarakat umum dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia berupa: sebuah ruang lobby/ballroom, empat buah lapangan tennis outdoor, sebuah ruang biliar, ruang fitness dengan kelas aerobic , dua buah kolam renang, sebuah ruang karaoke, Hotel yang terdiri dari 25 kamar, tempat bermain anak-anak, tempat parkir dan taman yang luas serta restoran yang representatif.